Jumat, 06 Juli 2012

MACAM MACAM STRATEGI


1.       INTEGRATION STRATEGIES
a)      Forward Integration
·         Contoh :
PT.  Astra  International  menguasai saluran  distribusi  sampai  hilirnya dengan mempunyai outlet Shop and Drive  yang  memberikan  pelayanan service dan menjual suku cadang
·         Alasannya :
Integrasi ke hilir melibatkan upaya untuk memperoleh kepemilikan (saham perusahaan) lebih besar atau meningkatkan  kontrol terhadap para distributor dan peritel. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mendistribusikan produknya (barang maupun jasa) selain itu, dalam realitanya bahwa model ini sebetulnya merupakan upaya untuk membagi biaya dan peluang kepada banyak pihak

b)       Backward Integration
·         Contoh :
“PT.  Gudang  Garam  International memiliki  pabrik  kertas  rokok  di Afrika  selain  juga  memiliki  Pabrik Kertas Rokok di Kediri dengan nama PT Surya Zig Zag
·         Alasannya :
Integrasi ke hulu merupakan suatu strategi yang mengupayakan kepemilikan atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pemasok. Hal ini dibutuhkan karena baik produsen maupun peritel selalu membeli bahan baku dari perusahaan pemasok. Strategi ini menjadi menarik terutama ketika perusahaan pemasok yang saat ini ada ternyata tidak dapat diandalkan (unreliable), terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Langkah ini dapat disebut sebagai upaya “mengamankan” jalur pasokan perusahaan terhadap kebutuhan dalam rangka proses produksinya

c)        Horizontal Integration
·         Contoh :
PT.  Coca  Cola  Bottling  Indonesia mengakuisisi  air  minum  merk  lokal Ades
·         Alasannya :
Strategi integrasi ke samping merupakan strategi yang dilakukan dalam bentuk membeli atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pesaing. Salah satu kecenderungan paling signifikan dalam kompetisi perusahaan saat ini adalah meningkatnya upaya untuk melakukan integrasi ke samping sebagai suatu strategi pertumbuhan. Merjer, akusisi, dan pengambilalihan perusahaan yang sedang bersaing memberikan peluang terjadinya skala ekonomi (economies of scale) serta mendorong terjadinya transfer sumber daya dan kompetensi perusahaan. Dalam  hal  merjer yang terjadi pada perusahaan yang sedang bersaing langsung (direct competitors) memberikan peluang yang besar untuk menyatukan potensi agar menjadi lebih efektif, efisien, dan kompetitif.

2.       INTENSIVE STRATEGIES
a)       Market Penetration
·         Contoh :
Mc donald yang memberikan berbagai cinderamata menarik untuk meningkatakan penjualannya dan menarik konsumen lebih banyak lagi
·         Alasannya :
Strategi penetrasi pasar berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau layanan yang ada saat ini di dalam pasar yang ada saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar. Strategi ini umum diterapkan baik sendiri maupun sebagai kombinasi dengan strategi lainnya.

b)       Market Development
·         Contoh :
Matahari dept. store  yang membuka gerai – gerai baru di berbagai lokasi yang strategiss
·         Alasannya :
Pengembangan pasar melibatkan upaya-upaya untuk mengenalkan produk atau layanan yang ada saat ini kepada berbagai wilayah geografis baru. Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untuk strategi ini. Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang demikian ketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan perhatian kepada pasar yang baru merupakan solusi agar perusahaan tidak tersingkir dari arena bisnisnya

c)        Product Development
·         Contoh :
Rinso yg mengelurkan berbagai varianya untuk produknya
·         Alasannya :
Strategi dalam pengembangan produk tercermin pada biaya penelitan dan pengembangan (Research and Development) yang besar. Pada industri yang berbasis R&D seperti ini, setiap keterlambatan untuk meluncurkan sesuatu yang baru akan berarti perusahaan tersebut berpeluang kehilangan posisi kompetitifnya. Dan oleh karenanya, aktivitas R&D menjadi tidak pernah berhenti untuk meng hasilkan suatu perbaikan yang terus-menerus.

3.       DIVERSIFICATION STRATEGIES
a)       Concentric Diversification
·         Contoh :
Harian Kompas yang memunculkan berbagai surat kabar, tabloid dan majalah baru
·         Alasannya :
Dengan lahirnya Harian Kompas ikut mendorong atau mamacu pertumbuhan perusahaan yang bergerak dalam bidang media cetak untuk ikut  menghasilkan produk atau layanan baru tetapi tetap berhubungan/terkait dengan yang telah ada

b)       Horizontal Diversification
·         Contoh :
“Garuda Indonesia Airwaiys yg memiliki beberapa jaringn hotel di Indonesia”
·         Alasannya :
Perusahaan menerapkan strategi yang menambah produk atau layanan baru yang tidak berhubungan/terkait dengan yang telah ada, tetapi ditujukan kepada pasar/ konsumen yang telah ada untuk meningkatkan tingkat pelayanan bagi konsumennya. Selain itu, hal ini ditujukan untuk meningkatkan penjualan bagi perusahaan sendiri.

c)        Conglomerate Diversification
·         Contoh :
Maspion yg bergerak di peralatan rumah tangga dan elektronik ikut mendirikan Maspion bank-nya
·         Alasannya :
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan melalui aktivitas memecah perusahaan yang telah dibeli atau menjual kembali salah satu atau lebih devisinya.

4.       DEFENSIVE STRATEGIES
a)       Joint Venture
·         Contoh :
Hadirnya Harian Surabaya di Surabaya sebagai hasil JV antara Kompas dengan Pos Kota
·         Alasannya :
JV dan kesepakatan kerjasama banyak digunakan secara luas karena kemampuannya untuk meningkatkan komunikasi dan jaringan kerja, untuk melakukan operasi secara global, serta untuk menurunkan resiko. Bahkan kesepakatan kerjasama antar perusahaan yang sedang bersaing secara langsung juga terjadi. Biasanya kesepakatan kerjasama ini merupakan jembatan untuk mensinergikan keunggulan kempetitif di bidang masing-masing, baik itu teknologi, distribusi, riset dasar, maupun kapasitas produksi.

b)       Retrenchment
·         Contoh :
“Phk yang terjadi PT. Dirgantara sebagai dampak dari krisis moneter yg melanda Indonesia”
·         Alasannya :
Strategi penciutan dapat berbentuk penjualan aset untuk memperoleh dana tunai, pemangkasan lini produk (product line), menutup bisnis yang kurang menguntungkan atau yang tidak termasuk core competence perusahaan, otomasi proses, pengurangan jumlah pegawai, dan penerapan sistem kontrol pengeluaran biaya

c)        Divestiture
·         Contoh :
PT. HM Sampoerna untuk melepas berbagai bisnisnya seperti perbankan, property, transportasi dalam rangka kembali ke inti usahanya yaitu rokok sebelum krisi melanda Indonesia
·         Alasannya :
Perusahaan berupaya untuk kembali dalam core competence-nya serta mengurangi kompleksitas diversifikasinya agar lebih terkelola dengan baik
d)       Liquidation
·         Contoh :
Likuidasinya berbagai bank di Indonesia”
·         Alasannya :
Lebih baik menghentikan operasi daripada mengalami kerugian yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut